Langsung ke konten utama

Kekerasan Berbasis Gender

AYO LAWAN KEKERASAN BERBASIS GENDER 

Topik masalah Gender, paling sering diperbincangkan. Ada tiga rangkaian kata yaitu Kekerasan Berbasis Gender. Secara sederhana ungkapan tersebut, diasumsikan Kekerasan terhadap kaum perempuan. Misalnya : pelecehan dan kekerasan seksual, sudah tentu tidak mungkin dilakukan oleh kaum Hawa kepada kaum Adam. 

Apa kekerasan itu? 

Kekerasan adalah suatu tindakan seseorang yang tidak manusiawi, melampaui batas kelayakan tatanan norma masyarakat yang berlaku. Siapapun tidak senang dengan kekerasan. Sebab perbuatan kekerasan atau kezoliman, sangay berat konsekuensinya. Dampaknya bukan saja, berdimensi sebagai sebuah maksiat kepada Allah, namun juga termasuk menyakiti manusia. Kekerasan merupakan tindakan agresif dan penyerangan terhadap seseorang ataupun suatu kelompok masyarakat. 

Kekerasan Berbasis Gender 

Definisi kekerasan terhadap perempuan menurut PBB adalah segala bentuk kekerasan berupa aksi apapun akan Kekerasan Berbasis Gender. Berdampak pada penderitaan fisik dan psikis, dalam bentuk tindakan, pemaksaan dan merampas hak martabat seseorang. Secara umum Kekerasan Berbasis Gender (KBG) adalah tindakan kekerasan diasumsikan pada perempuan. 

Suatu tindak Kekerasan dikatakan Berbasis Gender (KBG), apabila ditelusuri niat dan motifnya diasumsikan gender. Contohnya pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan, maka perbuatan tersebut dapat dikatagorikan Kekerasan Berbasis Gender (KBG). 

Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dapat dikelompokkan : kekerasan seksual, kekerasan fisik, emosional dan psikis, praktik tradisional yang berbahaya dan sosial-ekonomi. 

Ayo Stop Kekerasan Berbasis Gender 

Allah Tabaaraka wa ta’ala berfirman: ‘wahai hambaku, sesungguhnya aku haramkan kezaliman atas Diriku, dan aku haramkan juga kezaliman bagi kalian, maka janganlah saling berbuat zalim’” (HR. Muslim no. 2577). Berdasarkan hadits Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam ini, dapat dijadikan pedoman bagi kita semua. Setiap tindakan Kekerasan Berbasis Gender terdapat unsur kezaliman ataupun perbuatan tercela. Oleh sebab itu, Ayo Stop Kekerasan Berbasis Gender 

Tumbuh-kembangkan rasa cinta 

Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina. (HR. Bukhori, HR Muslim). Sesungguhnya kita hidup didunia ini dikarenakan cinta yaitu cinta antara ayah dan ibu kita. Oleh sebab itu ayo lawan Kekerasan Berbasis Gender. Tumbuh-kembangkan rasa cinta sesama insan manusia. Bukankah cinta itu anugerah Allah Ta'ala yang diberikan kepada setiap insan manusia. 

Ayo tanamkan dihati kita masing-masing, Stop Segala Bentuk Kekersan. Semaikan dihati kita masing-masing rasa kelembutan, rasa kebaikan, rasa kedamaian dan rasa kebersamaan. Kelembutan itu indah, kebaikan itu indah, kedamaian itu indah dan kebersamaan itu indah. 

Demikian, semoga bermanfaat untuk kita semua. Inilah tulisan sebatas yang saya tau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SURAH ALWAQIAH

Keutamaan Membaca Surat AL-WAQIAH Terhindar dari sikap lalai. “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah, maka ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” Dijauhkan dari kefakiran. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits bahwa “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah, ia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya.” Tidak akan tertimpa kemiskinan selamanya. “Dari Abdullah bin Mas’ud mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya’.”

SURAH ALKALFI

Keutamaan Membaca Surat AL-KAHFI Menjaga dari fitnah Dajjal. “Barang siapa yang berada di zaman dajal hendaknya membaca ayat-ayat pertama di surat Al-Kahfi.” (HR Muslim) Rumahnya tidak akan dimasuki setan. Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal, “Rumah yang dibacakan di dalamnya surah Al-Kahfi atau Al-Baqarah tidak akan dimasuki oleh setan sepanjang malam.” Dipancarkan cahaya sejauh dirinya dan Ka’bah. Diriwayatkan dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri bahwa Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘Atiq (Ka’bah).” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273) Dipancarkan cahaya di antara dua Jumat. Dalam riwayat lain, masih dari Abu Sa’id al-Khudri ra, “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat.” Menerangi di hari Kiamat. Abdullah bin Umar ra berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Ju...

GAPURA DIGITAL